Memeluk Kerinduan
Gemericik suara sendu sang Hujan mulai menyirami bumiku yang merindu. Aku masih di sini, ditautkan pada gelombang yang menggetarkan sebuah kata sen duh dibalik bibir memanis itu.
Kalaulah sedikit saja lirikmu bisa membayang kearahku, pastilah rasaku akan menjadi sebuah ketersambungan kedalam tanya di hatimu.
Bisakah lirihmu menerkah setiap sinyal-sinyal Qalbu yang amat sulit mereka mengerti? Bisakah Tatap mu melu mp uh kan Kerinduan yang tersematkan didadaku?
Duhai Kamu,,,
Yang terlihat jelas dimataku namun masih tak nampak dihatiku?
Mungkin karena aku terlalu melukis cintaku di kerinduan malamku kali ini, sehingga semua kesahku menolak mu masuk ke hatiku sebelum hadir mu menyudahi kerisauan dimata dan fikiran ku.
Aku ,,,
Wanita yang tak mengerti cara terbaik untuk merinduimu
(SiHa, Kamis 02 Feb 2017)
Edisi kedua
Komentar
Posting Komentar