Tercabik Sempurna
Duhai malam... Sampaikan kepada kegelapan Bahwa aku lebih mendamba sang sepi di tengah kehitaman gelapnya Duhai bintang... Berhentilah mengerlipkan lidahmu Jika hanya untuk menyayat dan mencabik hatiku dengan sebaiknya Duhai bulan... Akankan rintihan hujan dari kelopak mataku Menandakan bahwa aku ini sang Binal yang tak mampu tersipu Duhai takdir... Jika aku ingin bahagia dan harus menelan semua rasa bersama malam Aku rela menahan sayatan sempurna dari sebuah asa Akan arti... Bahwa dalam bahagia akan ada pilu yang tak perna kau bayangkan rasanya. (SiHa, Jumat, 24 Juni 2017) Edisi ke 29